Sambal Tumpang Kediri, Mengenal Keunikan dan Sejarahnya

Sambal tumpang Kediri merupakan salah satu kuliner berkuah kental dengan aroma serta rasa unik dan khas. Menu ini sendiri juga cukup terkenal di beberapa wilayah Jawa Timur lain seperti Madiun, Kertosono, juga beberapa daerah di Jawa Tengah.

Umumnya, menu kuliner ini tersaji dengan sayuran rebus dalam wadah atau bungkusan daun pisang, lalu di atasnya ada siraman kuah kental. Meskipun disebut sambal, namun rasa kuahnya sendiri tidak terlalu pedas sehingga terkadang ditambah pecel agar lebih nikmat.

Menjadi salah satu kuliner kesukaan masyarakat sekitar, sambal tumpang Kediri sangat mudah ditemukan. Apalagi menu ini merupakan sarapan wajib bagi sebagian orang, sementara di beberapa tempat menjadikannya sebagai kuliner malam.

Meskipun cukup terkenal bagi masyarakat, namun tidak banyak yang mengetahui bahwa kuliner ini ternyata memiliki sejarah panjang. Hal ini tentu saja menambah keunikannya, selain dari bahan pembuatan serta cita rasanya.

sambal tumpang Kediri

Mengenal Keunikan Sambal Tumpang Kediri

Sambal tumpang Kediri merupakan menu kuliner khas karena memiliki keunikan dan sejarah tersendiri. Beberapa orang mungkin asing dengan sambal satu ini, oleh sebab itu berikut adalah beberapa fakta sambal tumpang.

1.      Sejarah Sambal Tumpang Kediri

Tidak banyak orang mengetahui bahwa ternyata kuliner ini memiliki sejarah panjang, bahkan sejak zaman kerajaan. Hal tersebut tertera dalam Serat Centhini tahun 1814 hingga 1823, menyebutkan bahwa sambal tumpang sudah ada di bumi Mataram.

Menu ini merupakan bukti kreativitas masyarakat Jawa dalam mengolah bahan di sekitar dan menjadi keberagaman kuliner pedesaan. Sampai saat ini, menu sambal satu ini tetap bertahan karena resep turun temurun dan bahan yang sangat mudah didapatkan.

2.      Keunikan

Keunikan sambal tumpang Kediri adalah bahan utama pembuatannya, yaitu tempe yang sudah membusuk atau disebut tempe bosok. Bahan utama inilah yang membuat aroma dan cita rasa sambalnya menjadi unik dan khas.

Tempe bosok akan direbus dengan beberapa bumbu seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, serta cabai. Bahan lainnya adalah santan dan lengkuas yang ditambahkan saat air rebusan sudah mendidih.

3.      Cita Rasa

Sambal tumpang Kediri tidak pedas daripada pecel, namun memiliki cita rasa tempe yang khas. Tidak hanya membuat rasanya menjadi khas, sebagai bahan utama pembuatannya sehingga aroma tempe bosok juga mendominasi.

Sebagai menu kuliner turun temurun, cita rasa dan penyajiannya tidak banyak berubah dari waktu ke waktu. Hal inilah yang membuat sambal ini tidak hanya menjadi idola masyarakat Kediri, namun juga pelancong.

4.      Menu Wajib Sarapan

Beberapa daerah di Kediri menjadikannya sebagai menu wajib untuk sarapan, sehingga banyak warung sudah buka sejak pukul enam pagi. Banyaknya pelanggan sehingga tidak jarang nasi tumpang di warung-warung sudah habis sebelum menjelang siang.

5.      Kuliner Malam

Tidak hanya sebagai sarapan, sambal tumpang juga menjadi kuliner malam di kawasan Jalan Doho. Penjual nasi pecel tumpang berjejer di sepanjang jalan dari malam hingga subuh, tidak heran menjadi tujuan kuliner malam dengan sensasi lesehan yang menyenangkan.

Kediri memiliki menu kuliner unik dengan aroma dan cita rasa khas, juga sejarah panjang sejak zaman kerajaan. Hingga saat ini, sambal tumpang Kediri tetap menjadi sajian favorit masyarakat maupun pelancong yang datang.

Leave a Reply