Nasi Kasreng Kuningan, Hidangan Sederhana yang Disukai Banyak Orang

Nasi kasreng Kuningan memang belum terlalu terkenal namun memiliki cita rasa yang kaya. Tidak hanya tentang rasa nasi kasreng juga sangat berkaitan dengan budaya dan tradisi masyarakat Kuningan.

Terdiri dari nasi dengan porsi kecil membuat hidangan ini sangat mirip dengan nasi kucing asal Yogyakarta. Namun, yang membedakannya dengan nasi kucing adalah lauk pauknya yang sederhana.

nasi kasreng kuningan

Asal Usul Nama Nasi Kasreng Kuningan

Nasi Kasreng merupakan hidangan sederhana yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Kuningan, biasanya Anda akan banyak menemukan warung yang menjual menu ini di sekitar terminal Luragung dan sekitar jalan Luragung-Cibingbin.

Hidangan ini biasanya disantap untuk sarapan karena porsinya yang kecil, sehingga tidak terlalu berat. Pada awalnya menu ini ditujukan untuk para sopir angkutan, kernet, kuli serta pedagang di terminal Luragung.

Nama nasi kasreng Kuningan sendiri berasal dari tahun 1970an, ada seorang pedagang yang bernama Kasri berjualan nasi bungkus menggunakan daun jati berbentuk kerucut. Lauknya juga sangat sederhana hanya terdiri dari tauge, sambal, udang rebon dan gorengan.

Hasil dari kreasi sederhana Bu Karsih ternyata sangat disukai oleh para sopir angkutan, kernet dan kuli di terminal sangat disukai apalagi dengan harganya yang murah.

Karena hal ini, banyak sopir, kernet beserta kuli akhirnya menyingkatnya menjadi Kasreng, singkatan dari Kasri dan Gorengan. Hingga saat ini hidangan ini masih eksis dicari oleh para pembeli.

Tidak hanya untuk sopir angkutan, kernet atau kuli, bahkan kelezatan hidangan khas Kuningan disukai oleh pejabat hingga Presiden SBY.

Namun saat ini Bu Karsih yang pertama kali mempopulerkan menu ini sudah tiada namun namanya masih tetap ada dan melekat dengan kuliner kebanggaan warga Kuningan.

Lauk Pauk yang Biasanya ada dalam Khas Kuningan

Pada awalnya Lauk pada nasi kasreng sangat sederhana, terdiri dari udang rebon, tauge merah, dan juga sambal. Tetapi beberapa penjual juga menyediakan gorengan kentang atau gorengan dage atau oncom.

Saat ini untuk menarik pelanggan, warung nasi kasreng Kuningan menyediakan tambahan bermacam-macam lauk pauk. Dari mulai pepes ati ampela, tumis jamur, sayur lodeh, hingga sop buntut.

Pelanggan bebas memilih lauk pauk tanpa meninggalkan empat menu utama udang rebon, tauge merah, sambal dan gorengan. Menu ini biasanya terjadi secara terbuka sehingga pelanggan bisa bebas mengambilnya sesuai dengan selera.

Pembelinya juga bukan didominasi sopir, kernet atau kuli lagi tetapi karyawan swasta, pengusaha, pejabat bahkan turis yang sedang berkunjung ke Kuningan. Biasanya selain menjadi menu sarapan, menu ini juga dijadikan sebagai menu makan siang.

Peminat hidangan ini meningkat namun tidak mempengaruhi harga jualnya menjadi lebih mahal. Satu porsi nasi kasreng biasanya dipatok dengan harga Rp 5000 hingga RP 15000 saja.

Tambahan jika Anda ingin menambahkan gorengan panas, biasanya memiliki harga jual RP 2000 saja. kesederhanaan ini yang membuat nasi kasreng Kuningan dikenal luas dan semakin eksis oleh masyarakat dan menjadi ikon kuliner yang dimiliki oleh masyarakat Kuningan.

Leave a Reply