Sejarah Makanan Rendang yang Menguasai Dunia Kuliner

Sejarah makanan rendang tidak hanya menggambarkan perjalanan panjang suatu budaya, tetapi juga merinci kisah lezat di setiap sendoknya. Dalam ranah kuliner Indonesia, makanan ini telah menjadi salah satu warisan kuliner telah menancap kuat di lidah banyak orang.

Sederet kisah dan kearifan lokal menyertai perjalanan panjang rendang. Memperkaya pengalaman boga dan merinci kelezatan terpatri dalam setiap suapannya.

Sejarah makanan rendang

Sejarah Makanan Rendang

Anda mungkin tak menyadari bahwa rendang, pada dasarnya, bukanlah sekadar nama makanan. Kata ini menunjukkan durasi waktu memasak daging hingga teksturnya menjadi empuk, kering, dan beraroma rempah, memberikan warna kecoklatan menggoda.

Teknik memasak unik ini memunculkan cita rasa begitu lezat, hingga pada 12 Juli 2017, CNN dengan tegas menyematkan gelar makanan terenak di dunia.

Pencapaian prestisius ini tak berhenti di situ, pada 9 April 2018, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia secara resmi mengakui rendang sebagai salah satu dari lima makanan khas nasional. Berikut ini merupakan detail sejarah makanan rendang berserta filofosinya.

  1. Dari Kasta Tinggi ke Hidangan Sehari-hari

Awalnya, hanya terbuat dari daging kerbau. Serta disajikan secara khusus pada acara-acara adat tertentu di daerah Minangkabau.  

Tradisi ini, melibatkan pengawetan daging tanpa bahan kimia, sudah lama dikenal oleh Masyarakat Minangkabau. Dalam memasaknya, masyarakat meyakini bahwa proses ini mencerminkan tiga makna sikap.

Yaitu kesabaran, kebijaksanaan, dan ketekunan. Ini menjadi kunci utama dalam menghasilkan makanan dengan kualitas yang tak terbantahkan.

  • Filosofi Kelezatan Diwariskan

Proses panjang memasak sejalan dengan filosofi hidup masyarakat Minangkabau. Kesabaran, kebijaksanaan, dan ketekunan tak hanya tercermin dalam cara memasak, tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Sejarah makanan rendang bukan hanya sekadar makanan, melainkan simbol dari nilai-nilai luhur diwariskan dari generasi ke generasi.

1.      Sejarah Makanan Rendang Tradisi Merantau

Salah satu keunikan kuliner khas Sumatera Barat ini terletak pada kemampuannya menyebar hingga ke berbagai penjuru dunia. Salah satunya adalah tradisi merantau kerap dilakukan oleh orang Minangkabau.

Dalam perantauannya, makanan ini tidak hanya menjadi hidangan istimewa pada acara adat, melainkan juga menjadi bekal tahan hingga satu bulan.

Hingga kini, makanan ini tidak hanya terpaku pada acara khusus. Melainkan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari menu sehari-hari.

Jenis Rendang, Keberagaman yang Menggoda Selera

Anda mungkin sudah tidak asing dengan kelezatan rendang daging sapi. Salah satu varian rendang yang sering dijumpai.

Namun, tahukah Anda bahwa makanan yang istimewa ini memiliki berbagai macam jenis yang mungkin belum terjamah? Mari kita telusuri lebih jauh ragam jenisnya berdasarkan sejarah makanan rendang yang memanjakan lidah ini.

1. Jenis Berdasarkan Bahan Utama

Rendang, dalam keberagamannya, menawarkan variasi menarik berdasarkan bahan utama pembuatannya. Selain daging sapi, Sobat Pesona dapat menemui dari daging ayam, ikan, telur, cumi-cumi, dan udang.

Setiap jenis menghadirkan keunikan rasa yang menggoda, menyajikan pengalaman kuliner yang berbeda setiap kali disantap.

Namun, mari fokus sejenak pada daging sapi yang menjadi favorit banyak orang. Dalam sejarah makanan rendang, varian daging sapi sendiri memiliki sub-varian yang tak kalah menggugah selera.

Ada paru, limpa, dan babat yang masing-masing memikat dengan tekstur dan cita rasa yang khas. Keberagaman ini memberikan pilihan yang luas untuk menyesuaikan dengan selera dan preferensi Sobat Pesona.

2.      Jenis Rendang Berdasarkan Kegunaan

Tidak hanya berdasarkan bahan utama saja, hal ini bisa dapat dikelompokkan berdasarkan kegunaannya. Dalam konteks ini, rendang dapat dibagi menjadi dua kelompok utama, untuk upacara adat dan untuk sehari-hari.

Dengan demikian, rendang tidak hanya menghadirkan kelezatan rasa. Tetapi juga keberagaman dalam bahan dan kegunaannya. Setiap jenis memiliki cerita dan keistimewaannya sendiri, menciptakan pengalaman kuliner memuaskan setiap selera. Dalam merayakan keberagaman kuliner Indonesia, sejarah makanan rendang telah menjadi perwakilan yang sempurna.

Leave a Reply